Senin, 19 Maret 2012

The first time to outbound

Ini lah hari yang paling aku nanti-nantikan dimana sebelumnya selama beberapa bulan hidupku hanya sekitar rumah dan it is time aku mulai melihat dunia yang belum pernah aku lihat keindahannya secara langsung. Apalagi waktu itu papa ada rencana mau pergi sekeluarga dengan mengajak serta Nenek, Oma Lies dan Yangyut Ngabdi.... wah bisa jadi pengalaman yang seru nih. Sebelumnya aku mau cerita tentang Yangyut Ngabdi, beliau adalah Ibu dari Oma Lies jadi dia adalah Omanya Mamaku, Yangyut kependekan dari kata Eyang Buyut dan aku memanggilnya begitu. Usia Yangyut sampai saat ini sudah 85 tahun tetapi aku bersyukur banget diberikan kesempatan melihat Yangyut, jarang-jarang loh hal seperti ini terjadi. Aku kagum sekali dengan Yangyut karena beliau memiliki semangat juang yang tinggi dalam menjalani hidup, apa karena dulunya beliau seorang pejuang jadi semangat 45 nya masih terpatri kedalam dirinya. Nama Yangyut aslinya adalah Sampoerna Ningtyas tetapi selalu di panggil Ibu Ngabdi karena nama suaminya Ngabdi, Yangyut seorang Vetrand karena di zaman kemerdekaan beliau tergabung kedalam barisan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) kalau cerita zaman itu pokoknya bagi orang yang suka sejarah senang dengar ceritanya Yangyut di masa lampau kayak Papa ku. hehe,... nah itu sekilas tentang Yangyut ku.

Eyang Buyut Sampoerna alias Ngabdi

Pukul menunjukkan jam 7.00 pagi, Papa, Mama, Oma dan Kak Neo sudah bersiap-siap mau berangkat. Kami semua sudah masuk kedalam mobil dan sebelum berangkat ketempat tujuan kami menjemput keperumahan dimana Yangyut tinggal dan sampailah kerumah Yangyut, dan ternyata beliau sudah siap jadi let's go....

Mama dan kakak sudah siap berangkat
Gerbang Agro Kusuma Kota Batu Jawa Timur
Tujuan pertama kami yaitu ke Kota Batu dimana Papa dan Mama pengen ngajak Nenek ke tempat yang banyak bunga dan tanaman buah karena Nenek suka sekali dengan tanaman. Sampailah kami ke Agro Kusuma di Kota Batu dan begitu di pintu masuk seorang customer service memberikan informasi bahwa sekarang lagi panen strawbery, karena strawbery adalah termasuk tanaman yang tidak bisa tumbuh di semua alam Indonesia jadi kami pergi ke kebun strawbery untuk melakukan panen sendiri, kami begitu antusias untuk segera bisa memetik sendiri buah strawbery di kebunnya, tapi ada hal yang sangat disayangkan yaitu nenek tidak bisa ikut ke kebun strawbery tersebut karena pada saat itu kondisi nenek lagi sakit-sakitan jadi tidak mampu berjalan kaki menuju kebun tersebut dimana kebun tersebut terletak di dataran tinggi yang cuacanya sangat dingin sekali. Akhirnya kamipun pergi ke kebun strawbery tanpa nenek dan nenek menunggu di salah satu cafe yang ada di agro kusuma.

aku lagi tidur pulas digendongannya Oma



sesampainya di kebun strawbery mata kami terperanjat dengan keindahan buah strawbery yang besar-besar dan merah mengkilap, menurut tukang kebunnya bahwa tanaman strawbery ini ditanam hanya menggunakan pupuk organik tanpa adanya terkontaminasi dengan zat-zat kimia yang berbahaya jadi buah yang di petik sangat aman langsung di konsumsi. wahhhhh....sangat luar biasa. Mama, Papa dan Kakak asyik bawa gunting dan petik buah Strawbery begitu pula dengan Yangyut sedangkan aku hanya bisa melihat saja dalam gendongan Oma Lies. Begitu selesai petik dan tentunya photo-photo di kebun strawbery kamipun segera menuju cafe dimana nenek menunggu.



Strawbery Cafe, Agro Kusuma
begitu di cafe kami semuanya mendapatkan menu istimewa yaitu juice strawberi dan roti bakar dengan selei strawbery pula semuanya gratis loh. Buah yang di petik tersebut di bawa ke penimbangan kemudian di kemas ke dalam wadah khusus yang pastinya menarik untuk di lihat. Ka Neo kata mama dari kecil suka makanan yang agak kecut jadi waktu itu kakak banyak sekali makan buah strawbery barengan dengan mama, sedangkan Papa gak suka kecut jadi Papa hanya melihat saja Kak Neo dan Mama lagi menikmatin buah tersebut.

Kak Neo suka banget dengan buah Strawbery
Setelah dari Agro Kusumo kamipun melanjutkan wisata ke tempat lain, mama dan papa punya rencana hari itu kita ke Taman Safari Prigen Pandaan tapi sebelum kesana karena hari sudah siang maka kami mampir dulu ke Rumah makan yang terletak di Karang Ploso, disitu banyak menyajikan makanan khas Jawa berupa lalapan dan ikan bakar. Begitu makanan sudah tersaji Papa, Mama, Kakak, Oma, Nenek dan Yangyut dengan lahap menyantap sajian tersebut kalau aku sendiri sih belum bisa memakan makanan tersebut tapi aku punya makanan favorit yang sampai sekarang merupakan menu utama ku yaitu susu botol, hehe....

Rumah Makan Cak Soleh Karang Ploso Malang
Selesai makan siang kamipun melanjutkan perjalanan ke Prigen Pandaan, perjalanan dari Kota Malang Ke Pandaan ditempuh kurang lebih satu jam lamanya dan begitu memasuki kawasan Taman Safari mulai nampaklah gerbang khas Taman Safari Prigen yaitu berupa gading gajah yang besar sekali berwarna putih.kemudian sampailah kami ke pintu loket untuk membeli tiket, disitu terlihat tarif masuk yaitu perorangnya dikenakan biaya Rp.50.000,- bagi pengunjung lokal dan tarif tersebut berbeda dengan pengunjung mancanegara yang tentunya lebih mahal. Begitu tiket sudah terbeli kemudian kami memasuki kawasan Taman Safari dimana area yang pertama kami masuki adalah kawasan Nusantara, banyak sekali binatang khas yang ada di Indonesia lengkap dengan habitatnya, kemudian perjalanan tersebut memasuki setiap kawasan yaitu kawasan Amerika, Eropa, Asia dan yang paling menakjubkan adalah kawasan Afrika.


Taman Safari Prigen, Pandaan, Pasuruan Jawa Timur
Dikawasan Afrika kami semua terlihat takjub dimana hewan-hewan dari Afrika menampilkan daya tarik tersendiri seperti Gajah, Badak, Jerapah, Zebra dan Singa kalau orang bule bilang amazing. setelah menyelesaikan semua kawasan yang ada kemudian kami memasuki kawasan Baby Zoo dimana tempat itu menyediakan area bermain anak-anak dan atraksi para hewan tentunya para hewan yang di atraksikan adalah hewan yang dibesarkan oleh Taman Safari. Di area bermain anak-anak yang paling senang adalah kak Neo dan hampir semua permainan di coba ama kakak, duh asyiknya ya sayang aku masih belum boleh mencoba permainan tersebut tapi suatu saat kalau aku sudah sebesar kakak maka akupun ingin mencoba permainan tersebut bahkan yang lebih ekstrim, hehe....



Kakak di Area bermain Taman Safari 
Tanpa terasa hari semakin sore dan area Taman Safari sudah akan ditutup dan kamipun sekeluarga segera bersiap-siap untuk pulang karena seharian penuh kami menghabiskan waktu untuk pergi rekreasi dan ini merupakan hari yang tidak pernah ku lupakan karena merupakan hari pertama ku melihat keindahan alam secara langsung dan betapa luar biasanya Tuhan dengan segala ciptaannya yang begitu menakjubkan


sesampai nya di rumah begitu terpancar wajah
bahagia ku dikala aku melihat indahnya ciptaan Tuhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar