Senin, 26 Maret 2012

Selamat Jalan Nenek

Hampir tiga bulan Nenek tinggal bersama kami di Malang dan sudah tiba waktunya Nenek pulang ke Samarinda Kalimantan Timur dan hari itu pagi sekali kami sekeluarga berangkat ke Surabaya untuk antar Nenek ke Airport Juanda dan begitu sampai di airport papa mengantar nenek masuk keruang check in dan di karenakan pengantar hanya boleh mengantar sampai pintu masuk maka nenek pun berpamitan sampai disitu dan air mata nenek saat itu jatuh menetes di saat dia hendak pergi meninggalkan kami semua, waktu itu nenek bilang kalau masih diberikan umur panjang maka nenek akan berkunjung lagi ke Malang dan akupun berharap demikian semoga bisa bertemu nenek lagi.

Kai Anang Djuprie Kurdie dan Nenek Rusniah
Sepulangnya Nenek ke Samarinda selang beberapa minggu kami mendapat kabar kalau nenek lagi sakit keras dan masuk rumah sakit, saat itu tepat pas bulan agustus dimana papa dan teman-teman di perumahan lagi mempersiapkan ke ikut sertaan dalam lomba tingkat RW, awalnya sih papa biasa aja karena sudah sering mendapat kabar kalau nenek masuk rumah sakit tapi pada suatu hari tiba-tiba papa ada keinginan untuk pulang lagi ke kalimantan dan papa bilang ke mama waktu itu," kayaknya kepulanganku kali ini yang terakhir berjumpa dengan nenek,". esoknya papa beli tiket penerbangan siang ke balikpapan.

Begitu di Balikpapan papa di jemput oleh kakaknya papa yang tertua yaitu om Rivanie (Vanie) dan setelah di rumah, om Vanie nawarin papa untuk nginap satu malam kemudian besok sore berangkat ke Samarinda jenguk nenek di rumah sakit. Tapi waktu itu papa punya perasaan lain dimana hati papa ingin segera bertemu dengan Nenek, karena papa pernah punya pengalaman yang bisa di katakan pahit yaitu kejadiannya tujuh tahun yang lalu tepatya tahun 2002 saat itu papa masih kuliah tingkat akhir dan kejadiannya tepat bulan puasa,  menurut cerita mama dimana papa selesai makan sahur tiba-tiba papa di telpon oleh kai (kai adalah panggilan kakek dalam bahasa banjar) di Samarinda waktu itu kondisi kai sehat sekali, kemudian ada dialog antara papa dengan kai kira-kira seperti ini, kai bertanya ke papa," Vin kamu lebaran ini pulang gak...?" kemungkinan saya tidak pulang karena masih ada ujian pratikum yang mesti diselesaikan bah," jawab papa. ,"oh kalau gitu abah kirimin kamu uang ya nanti besok siang kamu bisa cek di rekening," kata kai. Waktu itu papa antara senang dan bingung karena kai biasanya kirim uang kalau papa minta dan sekarang engga diminta kok malah ngirim dan papapun hanya bisa jawab terimakasih ke kai. Begitu siang papa cek di ATM ternyata emang benar kai sudah kirim uang dan hari itu tidak ada firasat apa-apa dibenak papa, pas jelang maghrib mau buka puasa di hp papa waktu itu berdering ada panggilan dimana tertera nama Achmad Dani kakak nya papa yang nomor tiga, begitu papa jawab telpon tersebut ternyata om Dani gak ada basa-basi langsung kasih kabar ke papa kalau abah (kai) meninggal, papa langsung tidak fokus lagi mau buka puasa dan sangat terpukul atas berita tersebut.

dari pengalaman itulah papa tidak mau hal tersebut terulang untuk kedua kalinya. Sampailah papa ke Samarinda dengan menumpang bus trans Balikpapan-Samarinda dengan menempuh perjalanan kurang lebih dua jam, pertama papa mampir dulu ke rumah dimana tempat papa dilahirkan dan rumah itu sekarang dihuni oleh om Dani beserta istri dan anak-anaknya. Tak lama kemudian om Zirin kakak papa kedua menjemput papa untuk pergi ke rumah sakit bersama-sama, tat kala papa tiba di rumah sakit nenek terlihat kurus sekali dan dikepala nenek tidak ada sehelai rambutpun kemudian papa menghampiri nenek dengan duduk di sebelah sisi kanan dari ranjang nenek dan yang pertama kali ditanyakan nenek adalah bagaimana kabarnya Nio dan Angela, nenek kalo panggil kak Neo dengan sebutan Nio maklum gaya bahasa nenek sangat jauh dari intonasi berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Papa pun menjawab ke nenek kalau kami sekeluarga baik-baik saja di Malang bahkan berharap Nenek lekas sembuh agar bisa main ke Malang lagi, Nenek hanya tersenyum dan menjawab Insha Allah. setelah mengobrol sedikit dengan nenek papa pun kembali keruang tunggu di rumah sakit dimana di situ ada om zirin dan papapun memutuskan untuk menginap di rumah sakit malam itu karena papa punya firasat lain terhadap Nenek walaupun dokter bilang bahwa nenek mengalami kemajuan dengan kondisinya saat itu.


Kenangan bersama nenek
Pagi harinya di saat papa bangun ternyata sudah ada tante Ida kakaknya papa saudara perempuan satu-satunya persis di atas papa, kan papa anak bungsu dari enam bersaudara. Hari itu di rumah sakit ada papa, om zirin, om dani dan tante ida, waktu itu tante Ida mau berangkat ke Jakarta karena ada tugas dari kantornya tapi papa minta dengan tante Ida lebih baik jangan berangkat karena daripada menjadi penyesalan kemudian hari, untungnya Tante Ida waktu itu mau mendengarkan papa. begitu hari sudah petang dan setelah maghrib tiba-tiba perawat dan dokter masuk keruangan nenek dan mereka berusaha sedaya upaya membantu nenek namun karena mungkin nenek sudah tidak bisa tertolong lagi akhirnya dokter tersebut menyampaikan ke keluarga untuk meminta maaf dan berkata bahwa kita hanya tinggal menunggu keajaiban dari Tuhan saja dan dokterpun memberi kesempatan keluarga untuk melepas kepergian nenek terakhir kalinya, waktu itu om Dani syok dan menangis terus di samping nenek sedangkan om Zirin berusaha menenangkan tante Ida karena tante Ida sangat galau sekali dan tidak sanggup untuk melihat di saat-saat terakhir nenek. Papa sebagai anak yang terkecil berusaha ikhlas sambil berbisik di telinga nenek dengan kalimat syahadat untuk mengiringi kepulangan nenek ke Sang Khalik.

Setelah beberapa kali nenek mengucapkan kalimat syahadat yang dibisikkan papa di telinganya kemudian perlahan-lahan nenek menutup kedua matanya dengan hembusan napas terakhir dan nenekpun telah tiada meninggalkan kita semua, Selamat Jalan Nenek sekiranya hanyalah kenangan tentang dirimu lah yang selalu hidup dalam pikiran kita .

Senin, 19 Maret 2012

The first time to outbound

Ini lah hari yang paling aku nanti-nantikan dimana sebelumnya selama beberapa bulan hidupku hanya sekitar rumah dan it is time aku mulai melihat dunia yang belum pernah aku lihat keindahannya secara langsung. Apalagi waktu itu papa ada rencana mau pergi sekeluarga dengan mengajak serta Nenek, Oma Lies dan Yangyut Ngabdi.... wah bisa jadi pengalaman yang seru nih. Sebelumnya aku mau cerita tentang Yangyut Ngabdi, beliau adalah Ibu dari Oma Lies jadi dia adalah Omanya Mamaku, Yangyut kependekan dari kata Eyang Buyut dan aku memanggilnya begitu. Usia Yangyut sampai saat ini sudah 85 tahun tetapi aku bersyukur banget diberikan kesempatan melihat Yangyut, jarang-jarang loh hal seperti ini terjadi. Aku kagum sekali dengan Yangyut karena beliau memiliki semangat juang yang tinggi dalam menjalani hidup, apa karena dulunya beliau seorang pejuang jadi semangat 45 nya masih terpatri kedalam dirinya. Nama Yangyut aslinya adalah Sampoerna Ningtyas tetapi selalu di panggil Ibu Ngabdi karena nama suaminya Ngabdi, Yangyut seorang Vetrand karena di zaman kemerdekaan beliau tergabung kedalam barisan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) kalau cerita zaman itu pokoknya bagi orang yang suka sejarah senang dengar ceritanya Yangyut di masa lampau kayak Papa ku. hehe,... nah itu sekilas tentang Yangyut ku.

Eyang Buyut Sampoerna alias Ngabdi

Pukul menunjukkan jam 7.00 pagi, Papa, Mama, Oma dan Kak Neo sudah bersiap-siap mau berangkat. Kami semua sudah masuk kedalam mobil dan sebelum berangkat ketempat tujuan kami menjemput keperumahan dimana Yangyut tinggal dan sampailah kerumah Yangyut, dan ternyata beliau sudah siap jadi let's go....

Mama dan kakak sudah siap berangkat
Gerbang Agro Kusuma Kota Batu Jawa Timur
Tujuan pertama kami yaitu ke Kota Batu dimana Papa dan Mama pengen ngajak Nenek ke tempat yang banyak bunga dan tanaman buah karena Nenek suka sekali dengan tanaman. Sampailah kami ke Agro Kusuma di Kota Batu dan begitu di pintu masuk seorang customer service memberikan informasi bahwa sekarang lagi panen strawbery, karena strawbery adalah termasuk tanaman yang tidak bisa tumbuh di semua alam Indonesia jadi kami pergi ke kebun strawbery untuk melakukan panen sendiri, kami begitu antusias untuk segera bisa memetik sendiri buah strawbery di kebunnya, tapi ada hal yang sangat disayangkan yaitu nenek tidak bisa ikut ke kebun strawbery tersebut karena pada saat itu kondisi nenek lagi sakit-sakitan jadi tidak mampu berjalan kaki menuju kebun tersebut dimana kebun tersebut terletak di dataran tinggi yang cuacanya sangat dingin sekali. Akhirnya kamipun pergi ke kebun strawbery tanpa nenek dan nenek menunggu di salah satu cafe yang ada di agro kusuma.

aku lagi tidur pulas digendongannya Oma



sesampainya di kebun strawbery mata kami terperanjat dengan keindahan buah strawbery yang besar-besar dan merah mengkilap, menurut tukang kebunnya bahwa tanaman strawbery ini ditanam hanya menggunakan pupuk organik tanpa adanya terkontaminasi dengan zat-zat kimia yang berbahaya jadi buah yang di petik sangat aman langsung di konsumsi. wahhhhh....sangat luar biasa. Mama, Papa dan Kakak asyik bawa gunting dan petik buah Strawbery begitu pula dengan Yangyut sedangkan aku hanya bisa melihat saja dalam gendongan Oma Lies. Begitu selesai petik dan tentunya photo-photo di kebun strawbery kamipun segera menuju cafe dimana nenek menunggu.



Strawbery Cafe, Agro Kusuma
begitu di cafe kami semuanya mendapatkan menu istimewa yaitu juice strawberi dan roti bakar dengan selei strawbery pula semuanya gratis loh. Buah yang di petik tersebut di bawa ke penimbangan kemudian di kemas ke dalam wadah khusus yang pastinya menarik untuk di lihat. Ka Neo kata mama dari kecil suka makanan yang agak kecut jadi waktu itu kakak banyak sekali makan buah strawbery barengan dengan mama, sedangkan Papa gak suka kecut jadi Papa hanya melihat saja Kak Neo dan Mama lagi menikmatin buah tersebut.

Kak Neo suka banget dengan buah Strawbery
Setelah dari Agro Kusumo kamipun melanjutkan wisata ke tempat lain, mama dan papa punya rencana hari itu kita ke Taman Safari Prigen Pandaan tapi sebelum kesana karena hari sudah siang maka kami mampir dulu ke Rumah makan yang terletak di Karang Ploso, disitu banyak menyajikan makanan khas Jawa berupa lalapan dan ikan bakar. Begitu makanan sudah tersaji Papa, Mama, Kakak, Oma, Nenek dan Yangyut dengan lahap menyantap sajian tersebut kalau aku sendiri sih belum bisa memakan makanan tersebut tapi aku punya makanan favorit yang sampai sekarang merupakan menu utama ku yaitu susu botol, hehe....

Rumah Makan Cak Soleh Karang Ploso Malang
Selesai makan siang kamipun melanjutkan perjalanan ke Prigen Pandaan, perjalanan dari Kota Malang Ke Pandaan ditempuh kurang lebih satu jam lamanya dan begitu memasuki kawasan Taman Safari mulai nampaklah gerbang khas Taman Safari Prigen yaitu berupa gading gajah yang besar sekali berwarna putih.kemudian sampailah kami ke pintu loket untuk membeli tiket, disitu terlihat tarif masuk yaitu perorangnya dikenakan biaya Rp.50.000,- bagi pengunjung lokal dan tarif tersebut berbeda dengan pengunjung mancanegara yang tentunya lebih mahal. Begitu tiket sudah terbeli kemudian kami memasuki kawasan Taman Safari dimana area yang pertama kami masuki adalah kawasan Nusantara, banyak sekali binatang khas yang ada di Indonesia lengkap dengan habitatnya, kemudian perjalanan tersebut memasuki setiap kawasan yaitu kawasan Amerika, Eropa, Asia dan yang paling menakjubkan adalah kawasan Afrika.


Taman Safari Prigen, Pandaan, Pasuruan Jawa Timur
Dikawasan Afrika kami semua terlihat takjub dimana hewan-hewan dari Afrika menampilkan daya tarik tersendiri seperti Gajah, Badak, Jerapah, Zebra dan Singa kalau orang bule bilang amazing. setelah menyelesaikan semua kawasan yang ada kemudian kami memasuki kawasan Baby Zoo dimana tempat itu menyediakan area bermain anak-anak dan atraksi para hewan tentunya para hewan yang di atraksikan adalah hewan yang dibesarkan oleh Taman Safari. Di area bermain anak-anak yang paling senang adalah kak Neo dan hampir semua permainan di coba ama kakak, duh asyiknya ya sayang aku masih belum boleh mencoba permainan tersebut tapi suatu saat kalau aku sudah sebesar kakak maka akupun ingin mencoba permainan tersebut bahkan yang lebih ekstrim, hehe....



Kakak di Area bermain Taman Safari 
Tanpa terasa hari semakin sore dan area Taman Safari sudah akan ditutup dan kamipun sekeluarga segera bersiap-siap untuk pulang karena seharian penuh kami menghabiskan waktu untuk pergi rekreasi dan ini merupakan hari yang tidak pernah ku lupakan karena merupakan hari pertama ku melihat keindahan alam secara langsung dan betapa luar biasanya Tuhan dengan segala ciptaannya yang begitu menakjubkan


sesampai nya di rumah begitu terpancar wajah
bahagia ku dikala aku melihat indahnya ciptaan Tuhan

Sabtu, 17 Maret 2012

Kunjungan Dari Jauh

Sekian hari silih berganti dan aku semakin tumbuh dan terus tumbuh, kata mama sejak bayi aku gampang berinteraksi dengan orang yang baru aku kenal, tak disangka dan diduga ternyata setelah aku berusia beberapa hari kami sekeluarga mendapat kunjungan dari keluarga yang jauh sekalh dibelahan benua lain yaitu dengan datangnya opa dan oma dari Belanda mereka adalah saudara dari oma nya mama lebih tepatnya adik dari oma mama ku kalau aku sih kemungkinan memanggil mereka dengan sebutan eyang buyut tapi kata mama kalau bahasa Belanda nya bisa juga dengan sebutan groot opa atau groot oma, nama mereka adalah opa Henk Lucardie dan oma Mery,... aku senang sekali dengan kedatangan mereka dan mereka selalu datang ke Indonesia hampir setiap tahun. Oma Mery menggendong aku dengan kasih sayang dan aku merasakan nyaman sekali apalagi kata mama kalau oma Mery sangat berpengalaman sekali dalam hal merawat bayi karena dulunya beliau seorang perawat di Belanda.

Groot Oma Mery
Groot Oma Mery lagi gendong aku dan
disampingnya Groot Opa Henk.....
waktu itu kak Neo sudah sekolah di TK besar jadi semenjak aku lahir yang antar jemput kakak ke sekolah tukang ojek langganan karena dengan adanya aku mama sudah gak bisa nemanin kakak lagi. o ya aku belum perkenalkan opa dari mama ya, emank sih aku tidak bisa cerita banyak tentang opa ku karena sebelum mama dan papa menikah, oma dan opa sudah pisah tapi walaupun pisah mereka masih menjaga hubungan baik dan suatu hari opa datang untuk menjenguk ku dan waktu itu suasana serasa lengkap karena ada opa dan oma di sampingku.

Opa Jeffrey duduk bersama Kak Neo
setelah beberapa bulan usia ku keluarga kami menghadapai sebuah ujian yaitu papa ada masalah di perusahaannya dimana perusahaan papa waktu itu terjadi konflik dalam manajemennya dan akhirnya papa memilih mundur dari jabatannya daripada harus terjebak dalam konflik yang tak berujung apalagi perusahaan tersebut menurut papa manajemennya sudah tidak sehat karena telah terjadinya ketidak seimbangan antara konsorsium dengan direksi. Papa pun memulai merintis usahanya sendiri, walaupun sudah tidak seperti dulu tapi sampai sekarang penghasilan papa cukuplah buat hidup kami sekeluarga dan semoga kelak papa bisa sukses dengan usahanya yang baru ini.

Dengan kemunduran papa dari perusahaan pernah beberapa kali pihak konsorsium mendatangi papa untuk membujuk agar tidak mundur tapi papa orangnya sangat prinsiple yaitu apa yang sudah di putuskan tidak akan di tarik kembali. Sebenarnya waktu papa mundur dari perusahaannya banyak loh perusahaan yang bidangnya sama melirik papa untuk ngajak bergabung karena mereka melihat prestasi papa yang mampu membawa perusahaan tersebut dari nol sampai menjadi perusahaan yang masuk tiga besar di Jawa Timur, tapi papa pernah bilang ke Mama bahwa begitu dia mundur maka papa ingin usaha dibidang yang lain, setelah papa tidak beraktivitas lagi seperti biasanya kemudian papa ada keinginan menjenguk nenek di Kalimantan dimana papa juga sudah lama gak pulang ke sana, dan papa pun pulang ke sana kira-kira kurang lebih satu minggu.

Keraton Kutai Kartanegara Tenggarong
Kalimantan Timur
Kawasan Kelandasan Balikpapan Kalimantan Timur
Islamic Center Samarinda Kalimantan Timur
Satu minggu kemudian papa telpon mama kalau nanti balik ke Malang nenek ikut serta karena nenek juga pengen lihat cucunya yang imut dan cantik ini, hehe....wahhhh aku semakin bahagia karena dulunya saudara yang jauh jarang sekali bertemu tapi semenjak kelahiranku mereka pada datang semua. serasa lengkap hidupku untuk hadir ke dunia ini.

Nenek Rusniah dan Yangyut Ngabdi
Mama lagi gendong aku, Kak Neo dan Nenek Rusniah
Papa dan Mama memiliki latar belakang keluarga yang berbeda terutama dari masalah keyakinan dimana Papa adalah seorang Muslim dan Mama dari keluarga Kristen tapi selama ini mereka tidak pernah permasalahkan tentang agama bahkan bisa saling menghargai untuk bisa saling bersama-sama dengan cinta, aku bangga dengan hal itu.

kalau ada nenek pastinya mama senang kali karena mama tau kalau papa takut ama nenek jadi semisal papa pulangnya terlalu malam karena alasannya meeting ama kolega yang marah-marah ama papa pasti nenek, pernah suatu kali papa nongkrong ditempat karaoke bersama teman-teman bisnisnya dan pulang larut malam, pas papa pulang ditunggu ama nenek dan nenek bilang gini," kamu kalau kerja sih kerja tapi jangan sampai pulang selarut ini tolong perhatikan keluarga apalagi istrimu masih mengasuh anakmu yang bayi jadi perhatikan juga keluarga," papa gak ada membantah apa-apa hanya diam saja padahal dari karakter aslinya papa tuh gak pernah mau kalah kalau soal debat tapi sama nenek dia gak bisa apa-apa, karena papa sangat menghormati orang tua terutama seorang ibu.

Jumat, 16 Maret 2012

Hari Pertama Di Rumah

setelah kurang lebih tiga hari di rumah sakit akhirnya mama dan aku diperbolehkan oleh dokter untuk pulang ke rumah dan sebelumnya papa mesti bayar biaya persalinan plus nginap donk pada admin rumah sakit, oya sekedar info nih aku lahir di rumah sakit bersalin Husada Bunda Jl. Pahlawan Trip persis didepan gereja Katolik Jl. Ijen Kota Malang. setelah papa ngelunasin biaya rumah sakit di admin ada hal yang paling mengejutkan yaitu total biaya yang harus dibayarkan papa ke rumah sakit ternyata dapat discount besar sekali suatu hal yang tak terduga dan discount tersebut diberikan oleh dokter Bambang yang selama ini memeriksa perkembangan kandungan mama setiap bulan dari awal kehamilan diriku sampai jelang kelahiran. papa bilang ke mama kalau itu merupakan berkah dan rezekinya anakmu.

Papa dan Mama
dari pengalaman waktu kak Neo masih bayi yaitu begitu beratnya mama merawat bayi sekalian mengurus rumah tangga sehingga akhirnya papa memutuskan kali ini dalam hal mengurus rumah diserahkan pada pembantu jadi mama lebih fokus dalam merawat diriku dan sebelum keluar rumah sakit banyak teman-teman kantornya papa yang berkunjung ke rumah sakit untuk menjenguk diriku maklum papa ku waktu itu orang nomor satu di perusahaannya jadi otomatis karyawan di perusahaan papa pada datang semua dan papa juga pesen kepada salah satu karyawannya untuk dibawakan seorang pembantu dan benar begitu di hari diriku mau pulang salah satu karyawan papa mengantarkan pembantu tersebut ke rumah sakit yang nantinya sekalian pulang kerumah bersama-sama.

Papa dan rekan kerjanya 
hari pertama dirumah ternyata sangat dingin sekali karena rumah ku berada di kawasan dataran paling tinggi di Kota malang, kebayang gak kalo untuk di Indonesia aja Kota malang itu termasuk yang memiliki iklim sejuk gimana kalo kita tinggal di kawasan perbukitan pasti sudah kebayangkan dinginnya so pasti dirumah sudah tidak membutuhkan AC `apalagi kipas angin.....

sejak mama hamil diriku, mama punya kebiasaan mendengarkan musik-musik instrument klasik karena menurut para ahli kalo ibu hamil selalu mendengar musik di saat mengandung maka sangat membantu perkembangan otak janin, nah dari hal itu sejak dalam kandungan aku terbiasa mendengarkan musik maka sampai aku lahir pun setiap jelang tidur mama selalu mutarin aku musik sebagai pengantar tidur, tapi musiknya jauh beda sekali dimana waktu dalam kandungan mama sering muter musik klasik karyanya mozart, bethoven, vivaldi dan kadang indie pop indonesia namun begitu aku sudah lahir mama sering muter lagu tradisional jawa yang judulnya lelo ledung yang di ulang-ulang terus tuh lagunya, sampai-sampai pembantu ku protes kalau mama tiap hari muter lagu tersebut padahal pembantu tersebut orang jawa asli tapi dia keblinger  juga dengar musik tersebut tiap hari,..hehehe....

dengan lahirnya diriku papa sangat bangga dengan mama karena keinginan papa untuk punya anak perempuan terkabul dan menurut papa pula lengkap sudah yaitu anak pertama laki-laki dan anak kedua perempuan jadi semua perhatian papa tercurah banget deh ama diriku.
semenjak diriku ada papa sering gak masuk kerja karena alasannya tiap hari kangen dan pengen selalu disamping ku, benarkan kata mama kalau papa walaupun tipe cuek tapi dari sikap kelihatan tuh bagaimana rasa cintanya ama keluarga.

montok
sejak aku lahir papa dan mama selalu berusaha memberikan yang terbaik buat anak-anaknya termasuk asupan gizi dan pernah suatu hari papa dan mama pergi ke apotik cari multivitamin yang baik buat bayi seusia diriku dan waktu itu papa ketemu salah satu sales promotion girl (SPG) di apotik yang menawarkan produk minyak ikan buatan impor dan menurut si sales tersebut ."kalau produk ini bagus banget buat tumbuh kembangnya si adek," kata sales itu demikian. dan tanpa mikir lagi papa langsung beli tuh produk yang harapannya bakal baik buat perkembangan diriku. kemudian dengan bangga papa nyuruh mama berikan produk tersebut ke diri ku tapi apa yang terjadi, dasar emang aku gak suka dengan makanan yang beraroma amis hingga akupun gak mau makan dan minum susu akibat imbas dari produk tersebut. papa terlihat kecewa dan rasa nyesel banget akhirnya sebagai pelampiasan pada hari itu juga papa kembali ke apotik cari SPG tersebut karena hari itu si mbak sales tersebut sudah gak ada ditempat papa pun marah-marah ama karyawan apotik yang ada dan bilang kalo produknya jelek dan tidak cocok buat bayi ,"kalo produk ini gak cocok buat bayi kenapa harus di katakan bagus buat bayi, coba lihat tuh anak saya sampai trauma gak mau makan dan gak mau minum susu akibat dari produk ini," kata papa begitu,... yang kasihan sih karyawan apotik yang gak ngerti apa-apa ikut di damprat ama papa, hahahaha....papa jadi emosi kalo menyangkut kenyamanan diriku terganggu.

cantikna pake bando pink hehe....
beberapa bulan setelah dirumah ternyata aku ada permasalahan pada pencernaan jadi papa ama mama bolak-balik ke rumah sakit untuk periksakan diriku dan terkadang oma juga ikut repot karena harus menemani mama untuk antar periksa diriku ke rumah sakit dikala papa gak bisa antar mama disebabkan urusan pekerjaan yang gak bisa ditinggal oleh papa. pernah suatu waktu aku di periksa ama dokter spesialis anak di salah satu rumah sakit dan kebetulan dokternya perempuan dan yang mengherankan dimana mama waktu itu ditemani ama oma pengen tau kira-kira menangani sakit tersebut harus diberikan obat atau pake cara apa gitu, dan seharusnya dokter memberikan solusi tapi malah sebaliknya dokter tersebut bingung dan balik tanya kira-kira sakitnya angela mesti di kasih obat apa ya....walah koq ada ya dokter dalam hal pengobatan pasiennya minta pendapat kepada pasien, ini bener-bener kejadian yang unik ternyata dokter juga manusia...hehehe kayak lagu nya si candil serius band, hehe....

atas kejadian tersebut oma kayak gak terima dan bilang ke mama ,"gimana sih dokternya itu ngerti gak dalam hal medis koq bisa dokter kebingungan didepan pasien yang lebih bingung karena gak ngerti apa-apa tentang medis,". akhirnya setelah papa dengar perihal tersebut kemudian papa nyaranin ke mama untuk pindah ke dokter anak yang lain saja kalau perlu cari dokter yang senior deh. singkat cerita akhirnya ketemu juga tuh dokter yang senior dan muantap dalam hal penanganan pasien tapi kata mama yang buat gak enak karena dokter tersebut levelnya sudah profesor jadi kalau ada kesalahan dalam hal menangani anak maka abis deh papa dan mama di marahin ama dokter tersebut tapi untungnya orang tuaku sih legowo aja demi kebaikan anaknya. 

semenjak keberadaan ku dirumah, teman-teman mama yang ada di perumahan pada datang jenguk dan pengen lihat diriku si bayi mungil yang lucu dan imut, koq aku jadi narsis ya...mereka datang berbondong-bondong bawakan hadiah wah seneng banget tapi sih yang paling senang sebenarnya mama ku.
ibu-ibu tetangga ada yang panggil aku noni dan ada juga yang bilang kalo aku mirip bayi jepang, sebenarnya kalo dipikir mau bayi jepang, cina atau korea cara bedakannya gimana ya...., haha dasar ibu-ibu sok teu.....

kalo secara fisik sih emank diriku lebih cenderung oriental karena kedua orang tua ku masih memiliki darah keturunan Tionghoa walaupun kulit papa ku gelap tapi almarhum nenek ibunya papa turunan tionghoa dan mama ku sendiri turunannya banyak kalo dari opa ada turunan Belanda ama Tionghoa dan oma masih turunan jawa arab jadi aku sendiri gado-gado donk....

dulu waktu aku belum nongol nih, biasanya papa, mama dan kakak sering pergi rekreasi dihari libur entah keluar kota atau hanya jalan-jalan ke mall tapi sejak ada aku ahirnya mereka tidak pernah keluar bareng lagi mengingat usia ku belum waktunya untuk dibawa jalan-jalan keluar rumah capek deh jadi keseharianku selalu ditemanin mama entah nonton tv atau dengar musik, dari awal aku melihat benda berbentuk kotak dan ada gambar bergeraknya membuatku mulai tertarik untuk memperhatikannya dan sekarang aku baru tau kalo nama benda tersebut televisi, ternyata asyik juga tuh lihatnya walaupun gak pernah keluar rumah tapi bisa lihat dunia luar dari benda tersebut.

nih buktinya kalau aku suka nonton tipi sejak bayi

photo hasil editan papa
di saat waktu luang papa kalau dirumah sukanya nongkrong depan laptop buka internet dan edit mengedit, karena papa punya hobi mengedit video maupun photo, kalo edit musik kayaknya papa gak bisa deh karena kuping papa kurang peka dengan tangga nada jadi kalo papa nyanyi lebih baik jangan nyanyi sebab ancur dan malu-maluin,' beda sekali dengan mama yang suaranya merdu banget kalo nyanyi dan aku suka saat denger mama nyanyi. kalo kakak sih dulu kata mama suka nyanyi terutama lagunya Ahmad Dani, kaka demen banget' berarti kak Neo punya selera yang bagus dalam hal musik, selain nyanyi kakak juga suka menggambar, bayangin di usia dua tahun kakak sudah bisa menggambar walaupun gambarnya abstrak, hahaha....


video mama nyanyi ama bunda nonon saat ultah oma mommy
kerenkan suara mama ku walau kurang pede, hehehe......

Kamis, 15 Maret 2012

Hari Lahir ku

Namaku Angela Putri Kezia Syafranie biasa di panggil dek Angel lahir di Malang 16 Januari 2009 aku anak kedua dari dua bersaudara kakakku namanya Neo Ayub Ruben Syafranie dia lahir di Malang pula 17 Januari 2004 karena hari lahir aku dan kakakku cuma selisih satu hari jadi kalo lagi ultah biasanya dirayakan bareng. Kata mama ku waktu hari aku mau dilahirkan mama pas mau pergi ke toko tiba-tiba perut mama ku terasa sakit kayaknya aku mau keluar deh......., lalu mama telpon papa ku yang lagi di kantor, karena waktu itu papa lagi meeting jadi papa bilang ke mama kalo ke rumah sakitnya panggil taksi aja, karena mama ku seorang wanita yang kuat jadi gak perlu suami siaga. Akhirnya mama berangkat deh ke rumah sakit pada saat mau melahirkan dan mama sangat maklum dengan karakter papa yang sangat cuek abis gak seperti suami kebanyakan tapi perlu di ketahui walaupun papa punya karakter demikian tapi dia sangat mencintai mama loh dan sayang sekali sama keluarganya," kata mama, papa adalah laki-laki yang sangat bertanggung jawab.

detik-detik disaat kelahiranku
tepat pukul 22.10 WIB aku nongol deh ke dunia, seperti kebanyakan bayi yang baru lahir dimulai dengan tangisan dan kata mama tangisan ku keras sekali gak seperti kebanyakan perempuan lainnya dan kata mama pula bayiku warna kulitnya pink kayak warna babi ye,..hehehe... bukan kali kata oma ama mama nih kalau bayi waktu lahirnya berwarna pink berarti kulitnya bakal putih deh.....
bayiku waktu itu beratnya 3,5 kg dan panjangnya 51 cm tapi yang hebat mama ku loh bisa brojolin aku secara normal padahal kebanyakan ibu tuh kalau ngelahirin bayi sebesar diriku pasti dengan cara cesar tapi mama ku tidak, hebat kan mama ku, aku bangga sekali atas ketangguhan mama..... terimakasih ya mom che....

ini aku sudah nongol......
yang paling aneh tuh kakak ku waktu pertama kali lihat diriku nongol dia ketawa terus mungkin dikiranya koq ada ya manusia kecil yang keluar dari perut mama dasar kak Neo,.. orangnya gampang sekali ketawa dan tersenyum, kata mama kak Neo yang nemanin mama ke rumah sakit bayangkan seorang ibu pergi ke rumah sakit mau ngelahirin hanya ditemanin seorang pria kecil yang waktu itu baru saja berusia lima tahun tapi kaka ku sangat sayang dengan diriku dan dia termasuk tipe penyabar dan selalu mau ngalah dengan semua keinginan ku.....

kak neo menanti kelahiran diriku
dirumah sakit, ikutan begadang ya kak
ada hal yang mengharu birukan dimana malam aku dilahirkan bertepatan malam ultah nya kakak ku dan papa udah lupa deh dengan hari ultahnya kakak karena lagi fokus dengan persalinannya mama, apalagi mama dengan kondisi demikian pokoknya lupa abis deh semua dengan harinya kak Neo....
tapi untungnya ada bunda Noni adik perempuan mama ku yang paling kecil, bunda Noni sangat mencintai sekali kak Neo jadi waktu bunda Noni datang ke Rumah Sakit dia sempat bawa kado buat Kakak.....perhatian sekali ya bunda, terimakasih...hehehe....

bunda nonik yang cantik lagi gendong
kak neo......
dan ada wanita yang luar biasa dan sangat perhatian sekali bukan hanya kepada diriku tapi semuanya baik itu kepada mama, papa dan kak Neo yaitu oma Lies, dia mama dari mamaku yang pasti oma Lies adalah wanita luar biasa dia termasuk oma gaul dengan ke supelannya bayangkan walaupun sudah oma-oma tapi semua orang gak nyangka dengan usianya karena oma terlihat masih sangat muda disamping itu oma punya hobi nyanyi yang sampai sekarang dia kadang mengisi acara nyanyi di salah satu stasiun TV swasta lokal yang ada di kota ku, walaupun hanya TV lokal tapi oma sudah bisa dikatakan artis di kota ku, bangga deh jadi cucu artis, hehe.....

oma lies yang selalu berikan cinta kasihnya
dan aku banggakan
di saat malam pertama aku lahir papa tidak tidur di rumah sakit melainkan begitu aku dimasukkan kedalam kamar bayi dan mama dipindahkan ke kamar setelah persalinan papa ya pulang ke rumah dengan memilih pulang tidur di rumah jadi mama dikamar hanya ditemanin kak Neo, dasar papa orangnya cuek abis deh dan kata mama waktu mama melakukan persalinan papa sama sekali tidak memperlihatkan wajah penuh cemas kebanyakan suami-suami di saat istrinya mau bersalin," ya begitulah papa, setelah aku lahir yang pertama kali dihubungin papa yaitu almarhum nenek ku yang jauh sekali di Kalimantan kebetulan papa adalah orang sana tepatnya kelahiran kota Samarinda dan mama sendiri asli dari Jawa Timur kelahiran kota Surabaya, jauh sekali ya gimana ketemunya waktu itu tapi biarkan jadi cerita percintaan mereka berdua yang pasti dari merekalah aku saat ini ada.